Ketua PAC Muslimat NU Glenmore Hadiri Konferensi PAC Fatayat NU Glenmore dan Beri Dukungan Penuh untuk Regenerasi Kepemimpinan Fatayat NU

 

GLENMORE – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Glenmore menggelar Konferensi dan Pemilihan Ketua Masa Khidmat 2026–2030 pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini bertempat di Aula Jenggirat Tangi, Desa Tulungrejo, dan dihadiri oleh jajaran pengurus, kader Fatayat, serta tamu undangan dari berbagai unsur keluarga besar Nahdlatul Ulama Kecamatan Glenmore.

Ketua PAC Muslimat NU Glenmore, Ibu Zulaiha, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan dan sinergi antarbadan otonom perempuan NU di tingkat kecamatan. Dalam kesempatan itu, Ibu Zulaiha didampingi oleh Sekretaris PAC Muslimat NU Glenmore, Nurul Istiqomah. Kehadiran keduanya menegaskan eratnya hubungan silaturahmi dan kerja sama antara Muslimat NU dan Fatayat NU Glenmore dalam mengawal program-program keumatan di wilayah kecamatan.

Konferensi PAC Fatayat NU Glenmore tahun ini juga dihadiri oleh Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Banyuwangi serta jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Glenmore. Kehadiran unsur pimpinan dari tingkat cabang tersebut menjadi bukti perhatian dan pembinaan yang berkelanjutan terhadap organisasi Fatayat di tingkat kecamatan.

Agenda konferensi meliputi penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus masa khidmat sebelumnya, pembahasan rancangan program kerja untuk periode mendatang, serta pemilihan Ketua PAC Fatayat NU Glenmore secara musyawarah. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh peserta konferensi.

Melalui proses musyawarah, peserta konferensi sepakat kembali mempercayakan kepemimpinan kepada saudari Marya Ulfa sebagai Ketua PAC Fatayat NU Glenmore Masa Khidmat 2026–2030. Terpilihnya kembali Marya Ulfa menjadikannya memimpin Fatayat NU Glenmore untuk periode kedua kalinya secara berturut-turut, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasinya selama masa khidmat sebelumnya.

“Regenerasi kepemimpinan adalah wujud keberlanjutan perjuangan. Semoga kepengurusan baru semakin solid, amanah, dan mampu membawa Fatayat NU Glenmore lebih bermanfaat bagi umat.”

— Sambutan Ketua MWCNU Glenmore

 

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Glenmore Gus Saifullah Wathon  menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi dengan tertib dan lancar. Beliau berpesan agar pengurus baru senantiasa menjaga kekompakan, meneruskan program-program yang telah berjalan baik, serta terus mempererat sinergi dengan seluruh badan otonom NU di Kecamatan Glenmore demi kemaslahatan umat yang lebih luas.

Kegiatan konferensi ditutup dengan doa yang dipimpin K. Abd Muhid Wakil Ketua MWCNU Glenmore bidang Keagamaan bersama serta sesi foto bersama seluruh pengurus dan tamu undangan sebagai penanda dimulainya babak baru kepengurusan Fatayat NU Glenmore Masa Khidmat 2026–2030.

BERKAH BULAN RAMADHAN



MERDEKA DARI PENJAJAHAN SETAN 
Menuju Kebeningan Hati


     Hari Jum’at Tanggal 17 Agustus ( Bulan Ramadhan) berketepatan dengan peringatan Hari kemerdekaan RI , 67 th yang lalu  Hari Jum’at Tanggal 17 Agustus (Juga Bulan Ramadhan) di proklamasikan  Kemerdekaan  Negara RI, sebegai hasil perjuangan melepaskan diri dari belenggu penjajah dan awal dari perjuangan panjang membangun kesejahteraan bangsa indonesia . Jihad dibulan ramadhan , juga mengingatkan kaum muslimin terhadap perang badar yang menjadi penentu masa depan perjuang Islam oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabat-sahabatnya. Kedua sejarah besar tersebut diatas tentu menjadi pelajaran penting bagi kita ummat islam , bahwa dengan ridlo Allah swt dan didorong oleh keinginan luhur ( atau Hati yang luhur ) segala sesuatu akan tercapai. Apa hubungannya Bulan ramadhan dengan sebuah keberhasilan bangsa,ummat atau kita sebagai pribadi muslim. Jawabannya adalah :      Pada Bulan  Ramadhan ada proses pembersihan hati , penajaman hati, pelembutan hati , ada proses penyehatan hati dan proses terbukanya hati. Itulah sebenarnya hakikat  mukmin yang  muttaqien yakni seseorang yang menjadikan Hati sebagai nahkoda kehidupan bukan hawa nafsu. Sehingga ummat islam terus menjadi ummat yang terdepan dalam meraih kehidupan yang lebih baik, kehidupan dunia apalagi kehidupan akhirat. Sejarah telah mencatat :  Keberhasilan Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya dalam berdakwah menunjukkan sebuah kebenaran , kata kuncinya adalah Kebeningan Hati , begitu juga dengan pahlawan ( suhadak ) Kemerdekaan RI , kata kunci keberhasilannya adalah Hati yang luhur ( kerelaan , ketulusan dalam berjuang ). Maka untuk mencapai tujuan bangsa indonesia , mensejahterakan bangsa indonesia tiada kata lain kecuali Membangun Bangsa ini dengan “ HATI”. 

SYAIR (ALMR) KH. ABDURRAHMAN WAHID

 

Adapun syair dari Gus Dur yang menurut saya mendamaikan hati kita adalah sebagai berikut :
Ngawiti Ingsun Nglaras Siiran
Kelawan Muji Maring Pangeran
Kang Paring Rahmat Lan Kenikmatan
Rina Weningine Tanpa Pitungan X 2
Duh Bolo Kanca Priya Wanito
Ojo Mung Ngaji Syareat Bloko
Gur Pinter Ndongeng Nulis Lan Maca
Tembe Mburine Bakal Sangsara X 2
Akeh Kang Apal Quran Haditse
Seneng Ngafirke Marang Liyane
Kafire Dhewe Dak Digatekke
Yen Isih Kotor Ati Akale X 2
Gampang Kabujuk Nafsu Angkoro
Ing Pepaese Gebyare Donya
Iri Lan Meri Sugihe Tangga
Mula Atine Peteng Lan Nista X 2
Ayo Sedulur Jo Nglaleake
Wajibe Ngaji Sak Pranatane
Nggo Ngandelake Iman Taukhide
Baguse Sangu Mulya Matine X 2
Kang Aran Soleh Bagus Atine
Kerono Mapan Sari Ngilmune
Laku Torekot Lan Makrifate
Ugo Khakekot Manjing Rasane X 2
Alqur An Qodim Wahyu Minulyo
Tanpa Tinulis Iso Diwaca
Iku Wejangan Guru Waskito
Den Tancepake Ing Njero Dada X 2
Kumantil Ati …….. Lan Pikiran
Mrasuk Ing Badan Kabeh Jerohan
Mukjizat Rasul Dadi Pedoman
Minangka Dalan Manjinge Iman X 2
Kalawan Allah Kang Maha Suci
Kudu Rangkulan Rina Lan Wengi
Ditirakati Diriyadohi
Zikir Lan Suluk Jo Nganti Lali X 2
Uripe Ayem Rumangso Aman
Dununge Rasa Tanda Yen Iman
Sabar Narima Najan Pas-Pasan
Kaneb Tinakdir Saking Pengeran X 2
Kalawan Tangga Dulur Lan Kanca
Kang Padha Rukun Aja Daksiya
Iku Sunnahe Rosul Kang Mulya
Nabi Muhammad Panutan Kita X 2
Ayo Nglakoni Sekabehane
Allah Kang Bakal Ngangkat Drajate
Senajan Asor Tata Dohire
Ananging Mulya Maqom Drajate X 2
Lamun Palastra Ing Pungkasane
Ora Kesasar Roh Lan Sukmane
Den Ghadang Allah Suwargo Manggone
Utuh Mayite Uga Ulese X 2